Memilih CCTV sesuai kebutuhan [bagian 2 | Adaptor]

Power Supply atau istilah lainnya catu daya untuk kamera cctv, ada juga yang menyebutnya dengan adaptor. pada umumnya ada dua jenis adaptor yang digunakan, antara lain adaptor dengan travo linier, dan ada juga yang menggunakan switching. Pada fungsi-nya perangkat adaptor untuk mengubah arus bolak-balik (ac), menjadi arus se-arah (dc). Atau dengan kata lain menurunkan tegangan listrik bolak-balik 220 volt menjadi, arus searah 12 volt.

Mungkin saja anda pernah beli kamera cctv baru, yang sudah dilengkapi dengan adaptor, Ada beberapa adaptor yang menggunakan travo linier, dan ada juga yang menggunakan travo switching. Pertanyaan-nya mana yang lebih baik ? jika lihat iklan di TV ” tentu yang mahal yang bagus ” lantas saya harus beli yang mahal ?” tidak selalu, disesuaikan saja, menurut kami, kedua jenis travo linier dan switching, sama bagusnya. Alasan setiap perusahaan pembuat, sudah pasti melakukan uji coba, terlebih dahulu sebelum memasarkan-nya.

Jika kedua alat tersebut dinyatakan bagus kenapa harus diganti, kenapa alat itu berpengaruh dengan kualitas gambar, flicker. Hal tersebut tergantung dari pemasangannya dan penempatannya, adaptor tersebut haruslah mampu memberikan catu daya yang sesuai dengan kebutuhan perangkat, dan haruslah stabil.

Sebelum melanjutkan sekilas kelebihan dan kekurangan dari kedua jenis adaptor tersebut :

Bentuk Adaptor Menggunakan Travo Liniear
Sifat Outputnya Continyu – terus menerus, Komponennya banyak dipasaran dan tidak terlalu sulit untuk membuat dan memodifikasinya. Rangkaian simple, resiko arus sumber ac keluar ke bagian outputnya kecil karena antara input dan output tidak terhubung sama sekali (proses induksi kumparan primer-skunder saja).

Kelemahannya : Tegangan Output akan ikut turun jika tengangan input turun, fisiknya besar sudah tentu membutuhkan ruang yang sedikit besar, suhu panas yang dihasilkan travo tinggi dapat mempengaruhi komponen lainnya yang berada di dekat travo tersebut seperti kapasitor, jika kapasitor rusak maka tegangan yang dihasilkan tidak stabil.

Bentuk Adaptor Yang menggunakan Switching
Sifat Outputnya terputus – putus (switch) mati-hidup, mati-hidup sekalipun demikian perubahan tersebut tidak terlihat secara kasat mata karena intervalnya sangat cepat kisaran 50Khz – 1 Mhz, maksudnya 50Khz sama dengan 50 ribu kali perdetik dan 1 Mhz sama dengan satu juta kali perdetik waktu mati – hidup – mati (on of) jadi seolah olah kontinyu padahal tidak, oleh karena itu adaptor ini lebih hemat dalam pemakaian daya listrik karena nyalanya tidak terus menerus. keunggulan dari switching ini suhu yang dihasilkan tidak besar, hal ini memungkinkan komponen-komponen elektronika yang terdapat didalam adaptor tersebut bisa lebih tahan sekalipun arus output yang dihasilkkannya besar. Tegangan output stabil sekalipun tegangan input turun atau naik secara tiba-tiba.

Kelemahannya rangkaiannya rumit rancangan layout pcb haruslah rapi memerlukan rangkaian low-pass filter karena pada saat switching beroperasi bekerja pada frekuensi tinggi hal ini bisa menimbulkan gangguan interferensi/ noise yang sudah pasti bisa mengganggu peralatan elektronik seandainya frekuensi tidak difilter dengan baik maka akan sangat mengganggu bahkan dapat merusak peralatan elektronik yang digunakan, untuk perbaikan komponen sulit ditemukan dipasar

Pada saat hendak memilih power supply kamera cctv ada baiknya memperhatikan daya yang dibutuhkan oleh kamera tersebut, baik itu dari tegangan kerja AC atau DC, besar tenggangan (volt), kuat arusnya (Ampere).

Berikut system catu daya atau perencanaan catu daya yang dapat diterapkan dalam instalasi kamera cctv.

1. Camera CCTV dengan Power Supply External Adaptor
Instalasi pemasangan dengan cara ini biasanya sering digunakan oleh para instalatir CCTV pemula karena pemasangannya tidak terlalu sulit, power biasanya ditempatkan persis disebelah Camera CCTV sedangkan sumber listriknya di sambung langsung kestopkontak terdekat
Kekurangan :
Pada sistem type ini apabila terjadi loss power atau mati aliran listriknya maka kamera tidak dapat digunakan dan biasanya ketika loss power ini tampil pada DVR anda maka teknisi akan datang ke tempat kamera terpasang untuk memeriksa jaringan.
Kelebihan:
Kebutuhan kabel power yang relatif sedikit.

2. Camera CCTV dengan Power Supply Over Internet (POE)
System ini diperlukan jika CCTV yang anda pasang berjenis network camera atau yang sering di sebut IP CCTV atau IP Camera. adapun penjelasannya adalah sebagai berikut:
Sistem jaringan:
Power supply di adopsi dari Switch yang telah di injeksi dengan power supply dengan menggunakan kawat cadangan pada UTP cat5 atau cat6 yang digunakan pada pin 4,5,7,8 dengan sistem double twin yaitu 2 kawat untuk 1 polaritas yang biasanya 4,5 adalah (+) dan 7,8 adalah (-), atau bisa juga di injeksi dari eksternal power adaftor yang dipasang dekat tempat pemasangan Switch atau hub.
Jarak kable UTP ini biasanya hanya dibawah 100 meter saja.
Kekurangan :
Hampir tidak didapati kekurangan dalam hal  ini.
Kelebihan:
Hemat budget pengadaan kabel cctv baik diimplementasikan untuk network kamera atau analog kamera yang di kombinasikan dengan UTP balun agar dapat mengubah impedansi kabel UTP yang 100 ohm menjadi 75 ohm agar dapat di gunakan sebagai penghantar data signal video gambar komposit ke sisi DVR di ruang kontrol.

3. Camera CCTV dengan Power Supply Termodulasi (dengan menggunakan satu kabel)
Sistem ini bekerja dengan cara memodulasi power supply kedalam 1 kabel coaxial yang sedianya diperuntukkan bagi signal Video Gambar. Disisi kamera CCTV akan dipasangkan 1 unit receiver atau spliter yang memisahkan signal Video dan power supply untuk mengoperasikan kamera CCTV tersebut.
Sedangkan di sisi ruang kontrol akan ada 2 output koneksi yaitu : 1 Power injector yang bertugas mensupplai power ke kabel coaxial yang digunakan dan 1 lagi untuk input Video komposit yang dikirimkan oleh kamera CCTV.
Kekurangan:
Diperlukan 2 unit interface yaitu transmitter single cable dan receiver single cable serta power supplynya.
Kelebihan:
Hemat dalam sistem kabel power karena tidak diperlukan kabel lagi karena power sudah di modulasikan ke kamera melalui kabel Video.

4. Camera CCTV dengan Power Supply Tersentralisasi
Untuk pemasangan power supply seperti gambar biasanya pemasangan yang tersentral, sama halnya penempatan server disatu ruangan khusus yang sudah dilengkapi dengan pendingin ruangan, UPS, Stavolt dan masih banyak lagi yang lainnya, sedangkan client terkoneksi secara bersama keserver tersebut.

Begitu juga halnya dengan pemasangan CCTV yang menggunakan power supply tersentral, Secara instalasi cara ini akan banyak menghabiskan kabel power, karena setiap kamera kabel video dan kabel power ditarik secara bersamaan. tidak banyak yang menggunakan cara ini alasannya meminimkan biaya.

Sedangkan untuk kualitas dan kerapian jauh lebih rapi menggunakan cara ini karena power supply tidak akan terlihat disamping atau dibawah kamera, untuk keamanan dan perawatan juga lebih mudah dengan menggunakan cara ini tidak perlu harus cek satu persatu jalur mana yang mati dikarenakan lose power, penempatannya diruang kontrol sistem ini biasanya dilakukan oleh instalatir profesional.

System ini mempunyai kondisi dan cara pemasangan kabel instalasi dan  kabel distribusi ke masing – masing kamera CCTVsebagai berikut :

Sistem jaringan: System jaringan kabel power baik AC maupun DC system conection yang terpusat di ruang kontrol camera CCTV.

Kekurangan: Memerlukan kabelisasi power yang panjang sesuai dengan jarak antara tempat kamera dipasang dengan ruang kontrol.

Kelebihan: Mudah dalam pengontrolan kondisi power camera karena semua ada di ruang kontrol,jika ada power yang rusak atau putus sekring pengamannya, maka perbaikan hanya dilakukan di ruang kontrol saja tanpa harus datang ke lokasi kamera terpasang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *